14 Mei 2010

Fraksi PKB di Purworejo Tawarkan gagasan Lokalisasi Pelacur


PURWOREJO (KR) - Gagasan lokalisasi bagi pekerja seks komersial (PSK) yang dilontarkan Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) DPRD Kabupaten Purworejo, merupakan sebuah umpan ‘bola panas’ yang sengaja dilemparkan. Hal itu dimaksudkan agar mendapat tanggapan dan pandangan dari masyarakat secara umum sebagai menjajagan.

“Sebenarnya hal itu merupakan ‘bola panas’ yang kami lempar sebagai upaya penjajagi sikap dari masyarakat luas atas keberadaan PSK di Purworejo yang selama ini kurang mendapat perhatian. Sebab seringkali kita hanya menerapkan kebijakan secara sepihak tapi tidak ada solusi atau pemecahannya,” ujar juru bicara FPKB Yusuf pada rapat paripurna DPRD setempat,

Beberapa waktu lalu, fraksi ini melontarkan gagasan lokalisasi para PSK untuk tempat pembinaan. Gagasan itu langsung mendapat reaksi keras dari kalangan masyarakat. “Kami sangat berterimakasih atas respons dari berbagai pihak yang cukup bisa memberikan gambaran peta sosial politik Purworejo,” sambungnya.

Dijelaskan, acapkali masyarakat maupun pejabat hanya melarang aktivitas, sikap dan tindakan yang muncul dari berbagai fenomena masyarakat yang dianggap melanggar norma dan peraturan, tapi lupa untuk memikirkan masa depan mereka.

“Seperti misalnya, kita melarang praktik prostitusi, melarang PKL berjualan di tempat tertentu, melarang miras, perjudian dan banyak aktivitas lainnya yang dianggap malanggar aturan tanpa memikirkan bahwa mereka sebetulnya tidak bisa keluar dari kungkungan sebuah sistem yang barangkali kita bangun sendiri,” paparnya.

Seharusnya lanjut Yusuf, adanya berbagai persoalan khususnya di Purworejo menjadikan semuanya berintrospeksi diri, apakah yang dilakukan selama ini benar-benar sudah berpihak pada kepentingan masyarakat. “Atau jangan-jangan kita hanya mengikuti kebijakan yang semu,” katanya. (Nar)-c

Dikatakan pula, ‘bola panas’ yang dilempar itu seharusnya menjadi bahan pemikiran bersama untuk kemudian ditindaklanjuti, karena itu merupakan persoalan bersama.