.

.
.

14 Mei 2010

CALON PKB MENANG DI PEMILUKADA BOYOLALI



BOYOLALI - Kendati belum ada pengumuman resmi dari KPU, pasangan cabup/cawabup Seno Samodro - Agus Purmanto yang diusung PDIP-PKB sudah merayakan kemenangan mereka dalam pemilihan bupati Boyolali, kemarin. Itu menyusul hasil quick count versi mereka yang unggul di 12 kecamatan, namun kalah tipis di tujuh kecamatan dari 19 kecamatan. Atas kemenangan tersebut, pasangan Seno Samodro-Agus Purmanto mengimbau kepada semua kader PDIP di kota susu, agar tidak melakukan konvoi atau selebrasi kemenangan.

Dalam keterangannya kepada Wawasan, Minggu malam, penasihat tim pemenangan Seno-Agus, Seno Kusumo mengatakan, kemenangan ini merupakan kemenangan rakyat Boyolali secara keseluruhan.

”Kita kalah tipis, selisih 40.000 di tujuh kecamatan. Satu di Kecamatan Nogosari yang dimenangkan pasangan Alhisyam-Sugiyarto. Enam kecamatan seperti Simo, Ampel, Klego, Mojosongo, Ngemplak, dan Sambi semuanya dimenangkan pasangan Daryono-Joko Widodo,” papar Seno Kusumo.

Sementara itu hasil perolehan suara berdasarkan data dari tim sukses Seno-Agus menyebutkan, Seno-Agus mendapatakan 235.037 suara atau 44,81 persen. Daryono-Joko Widodo 195.244 suara (37,24 persen). Alhisyam-Sugiyarto 85.040 suara (16,2 persen) dan pasangan Djaka Srijanta-Purwasi AN Zaena 9.089 suara (1,73 persen).

Kalangan pendukung Seno-Agus langsung menggelar pesta di posko kemenangan. Hadir dalam acara tersebut, anggota DPR RI Arya Bima, Walikota Solo Joko Widodo dan Wakil FX Hadi Rudyatmo. Ketua tim sukses M Said Hidayat langsung dicukur rambutnya oleh Seno Samodro, Agus Purmanto, FX Rudyatmo dan Ketua DPRD Boyolali Slamet Paryanto.

Penggelembungan suara
Sementara itu DPD PKS yang mengusung pasangan Daryono-Joko Widodo (Darjo) bersama Partai Golkar mensinyalir adanya dugaan pelanggaran Pilbup Boyolali terkait penggelembungan suara. Oleh karena, DPD PKS langsung memerintahkan pada kader di bawahnya agar mengawal ketat 2 kali 24 jam kotak suara.

"Kami juga langsung menutup tayangan real count melalui SMS, pukul 19.00. Hal ini untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan," kata Ketua DPD PKS Boyolali, Nur Arifin.

Sejumlah kader Partai Golkar juga langsung melakulan rapat tertutup di kantor DPD II Golkar di Jalan Perintis Kemerdekaan malam itu juga.

Sementara itu KPU Boyolali secara resmi menutup penghitungan rekapitulasi suara hasil Pilkada Boyolali semalam tepat pukul 21.00. Dan selanjutnya tanggal 14 Mei mendatang akan menetapkan hasil rekapitulasi tersebut dengan mengundang para saksi kontestan cabup/cawabup serta tim sukses guna menandatangani berita acara kesepakatan perolehan suara.

Saat dikonfirmasi Wawasan, pagi tadi, Ketua KPU Divisi Pencalonan Achmad Kharir mengatakan, setelah penetapan nantinya KPU masih memberi waktu kepada cabup/cawabup untuk mengajukan gugatan atau tidak atas perolehan suara tersebut. "Kita memberi batas waktu sekitar 14 hari, jika tidak ada gugatan, berarti semua kontestan tidak mempermasalahkan lagi hasil penetapan tersebut," jelas dia.

Dikatakan Kharir, hasil akhir tadi malam menyebutkan, pasangan Seno Samodro-Agus Purmanto mendapatkan 44 persen suara, Daryono-Joko Widodo 37 persen, Alhisyam- Sugiyarto 16 persen dan Djaka Srijanta hanya 1,08 persen. Hud-Ct