.

.
.

15 Mei 2016

Much Dahlan Kembali Terpilih Ketua PKB Purworejo


PURWOREJO – Much Dahlan terpilih kembali menjadi Ketua Dewan Tanfidz DPC PKB Kabupaten Purworejo untuk periode lima tahun ke depan.

Dia dipilih secara aklamasi dalam sidang pleno pemilihan pengurus yang dipimpin langsung Wakil Sekjend DPP PKB Ali Ansori pada acara Musyawarah Cabang (Muscab) V yang digelar di Hotel Ganesha, kemarin.

Pengurus DPAC yang memiliki hak suara secara bulat menyatakan persetujuannya saat Ali Ansori menawarkan nama Much Dahlan. Musyawarah mufakal secara aklamasi juga berhasil dilakukan saat pemilihan Ketua Dewan Syuro.

Seluruh DPAC menyetujui KH Muadzin Wahid ditetapkan kembali menjadi Ketua Dewan Syuro. Pemilihan kedua pucuk pimpinan PKB tersebut hanya berlangsung tidak lebih dari lima menit. Selanjutnya dilakukan penyusunan tim formatur yang bertugas menyusun kepengurusan.

19 April 2016

Mengenal Gus Imin Inisiator Nusantara Mengaji

Abdul Muhaimin Iskandar atau sering dipanggil dengan nama Gus Imin atau Cak Imin adalah cucu dari pendiri Pondok Pesantren Denanyar KH. Bisri Syansuri, seorang ulama ahli di bidang fikih  atau hukum agama Islam. Putra KH. Iskandar kelahiran Jombang, 24 September 1966 ini sejak beliau sudah terkenal cerdas dan aktif dalam berbagai kegiatan.Di usia yang ke-14 tahun, dia sudah dipercaya menjadi staf pengajar di Pondok PesantrenDenanyar Jombang.

Tradisi pesantren membuat keterikatan dan ketertarikan keponakan KH. Abdurrahman Wahid ini untuk memperjuangkan nilai-nilai ajaran Islam ahlusunnah waljamaah dalam kehidupan berbangsa dan bernegara di Indonesia. Untuk mewujudkan cita-cita tersebut, Cak Imin dengan gigih menempa kemampuan dan intelektualitas melalui berbagai aktivitas seperti di Lembaga Kajian Islam dan Sosial (LKiS) semasa menjadi mahasiswa di Universitas Gajah Mada, Yogyakarta, Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) hingga dipercaya kader PMII se-Indonesia sebagai Ketua Umum PB PMII periode 1994-1997. Selaku pemimpin tertinggi PMII, dia berhasil mengajak dan menularkan sikap kritis terhadap rezim otoriter di era Orde Baru.Sebagai anak muda NU, Cak Imin juga tidak pernah absen dalam perjuangan mewujudkan Islam toleran, damai dan ramah di Indonesia. Ia selalu lantang menentang praktik-praktik intoleransi dalam beragama. Sebagai wujud perhatiannya terhadap Islam ramah, Cak Imin selalu berada di barisan paling depan dalam upaya melahirkan Islam Indonesia Rahmatan Lil Alamiin. Prinsip perjuangan ini ia warisi dari Gus Dur.

Mari bergabung dalam Gerakan Nusantara Mengaji




Assalamu’alaikum Warahmatullah Wabarakatuh

Sendi-sendi kehidupan kebangsaan, kenegaraan, dan kemasyarakatan kita masih mengalami berbagai macam ujian dan cobaan yang tidak ringan. Ancaman radikalisme, terorisme, kesenjangan ekonomi dan sosial, memudarnya nilai-nilai keagamaan, menjamurnya pergaulan bebas, maraknya penggunaan narkoba, LGBT, serta perilaku mau menangnya sendiri semakin menambah berat perjuangan kita semua untuk mewujudkan Baldatun Thoyyibatun wa Rabbun Ghofur. Negara sejahtera yang masyarakatnya makmur lahir dan batin.
Kita tidak boleh menyerah dengan kondisi ini, dan kita tidak boleh berpangku tangan membiarkan semua ketidakberesan ini terus terjadi. Kita harus terus membenahi bersama-sama segala keruwetan, dan masalah Bangsa ini dengan kerja keras, berikhtiar dan berjibaku mengerahkan segala daya upaya yang kita miliki.
Lebih dari itu, sebagai anak bangsa, sudah sepatutnya kita bersama-sama mengangkat kedua belah tangan memanjatkan doa dan permohonan kepada Allah SWT untuk keselamatan dan kesejahteraan seluruh bangsa Indonesia.
Saya mengajak seluruh saudara ku kaum muslimin wal muslimat seantero nusantara untuk bersama-sama melakukan riyadlah, bermunajat kepada Allah dengan cara mengkhatamkan Al-qur’an 300 ribu kali secara serentak dalam waktu bersamaan sehari-semalam dari mulai Sabang hingga Merauke.