.

.
.

26 Agustus 2015

Inilah susunan PBNU 2015 -2020


Jakarta, Susunan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) secara resmi telah diumumkan, Sabtu (22/8) di lantai 8 Gedung PBNU Kramat Raya, Jakarta. Hadir dalam pengumuman resmi ini, Rais Aam PBNU, KH Ma’ruf Amin, Ketum PBNU, KH Said Aqil Siroj, Waketum PBNU, KH Slamet Effendy Yusuf, dan Sekjen PBNU, H A Helmy Faishal Zaini.

“Susunan pengurus resmi PBNU ini dibentuk berdasarkan keputusan formatur dengan berusaha memadukan tokoh-tokoh NU di berbagai daerah dan generasi muda, baik secara kultural maupun struktural,” ujar Kiai Said Aqil dihadapan para wartawan dari berbagai media.

Berikut ini susunan lengkap pengurus PBNU masa khidmat 2015-2020 yang terdiri dari Mustasyar (Dewan Penasehat), Pengurus Harian Syuriyah, A’wan (Dewan Pakar), dan Pengurus Harian Tanfidziyah:

Muscab PKB Pati Pilih Budiyono Sebagai Ketua Dewan Syuro dan Muhammadun sebagai Ketua Dewan Tanfidz



Pati, Musyawarah Cabang (Muscab) Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PKB Kabupaten Pati, Selasa (25/8/2015), di Aula TPQ Nurul Ulum, Puri, Pati Kota, kembali memilih Muhammadun, untuk memimpin sebagai ketua dewan tanfidz. Sementara Wakil Bupati Pati Budiyono, didudukkan sebagai ketua dewan syuro.

Sebelumnya Budiyono, menempati posisi sebagai wakil ketua dewan tanfidz. Sekretaris Panitia Muscab PKB Pati 2015 Mussalam Mas’ul mengatakan, hajatan lima tahunan ini mengambil tema “Membumikan Politik Rahmatan Lil ‘Alamin”.

“Hasil Muscab ini diambil melalui musyarawah mufakat. Ini yang selalu kami jaga dalam demokrasi yang selama ini menggunakan metode one man one vote. Metode musyawarah mufakat kami nilai bertumpu pada demokrasi yang diterapkan Nabi Muhammad,” kata Mussalam.

Setelah kembali terpilih, Muhammadun berobsesi untuk menaikkan perolehan kursi PKB di DPRD Pati. Target yang ingin dicapai dalam pileg mendatang yakni minimal sembilan kursi.

“Saat ini, PKB bisa dikatakan menempati urutan ketiga sebagai partai pemenang di DPRD, setelah Gerindra dan PDIP,” tuturnya.

Acara tersebut dihadiri Wakil Sekretaris DPP PKB Fathan Subhi dan Ali Ansori. Perwakilan DPW PKB Jawa Tengah juga tampak dalam kesempatan itu, yaitu Muh Zen ADV dan Muh. Asrofi.

Sementara itu, pembentukan formasi jajaran pengurus, baik dewan tanfidz maupun dewan syuro akan dilakukan bulan depan. Pasalnya, masing-masing ketua terpilih yakni Muhammadun dan Budiyono akan menunaikan ibadah haji. [irf]

5 Agustus 2015

Muktamar NU ke 33 memilih Kyai Ma'ruf Amin dan Kyai Said Aqil Siraj Sebagai Rais Aam dan Ketum PBNU 2015 -2020



Jombang, KH Mustofa Bisri (Gus Mus) ditetapkan sebagai Rais Aam PBNU periode 2015-2020 pada rapat yang berlangsung di ruang sidang Alun-alun Jombang, Rabu malam (5/8). Penetapan yang itu merupakan hasil musyawarah 9 kiai Ahlul Halli wal Aqdi (Ahwa).
Penetapan ditandatangani anggota Ahwa yaitu KH Ma’ruf Amin, KH Nawawi Abdul Jalil, TGH Turmudzi Badruddin, KH Khalilurahman, KH Dimyati Rais, KH Ali Akbar Marbun, KH Makhtum Hannan, KH Maimoen Zubair, dan KH Mas Subadar.

Pada pentepan itu, disebutkan bahwa Gus Mus sebagai Rais Aam PBNU didampingi KH Makruf Amin sebagai Wakil Rais Aam.

Namun sebagaimana pernyataan Gus Mus daalam kesempatan sebelumnya, beliau tidak bersedia mengemban amanat menjadi Rais Aam PBNU dan pada akhirnya ke sembilan anggota AHWA menetapkan KH. Ma'ruf Amin sebagai Rais Aam PBU hasil Muktamar NU ke 33 di Jombang.

Untuk posisi ketua Umum PBNU KH. Said Aqil Siraj kembali terpilih menjadi Ketua Umum PBNU Masa Khidmad 2015 -2020 setelah melalui tahapan pemilihan yang juga diikuti oleh KH. Asad Said Ali.

sementara itu Rais Aam terpilih KH Makruf Amin mengajak para muktamirin dan seluruh warga NU untuk bersatu kembali setelah sebelumnya, dalam muktamar ke-33 ini penuh dinamika.
“Kami hanya memohon doa dan dukungan, marilah kita menyatukan kembali. Kami sangat bersyukur sekali, walaupun awalnya ada ketegangan sebagai satu bagian dari dinamika pembahasan, pembicaraan dan perdebatan, tetapi akhirnya biaunillah, kita kembali bersatu dan menyatu dengan kompak,” katanya

Ia menyampaikan jabatan ini merupakan satu tanggung jawab yang besar, yang sebenarnya terlalu berat, “tapi karena ini permintaan para ulama, dari seluruh cabang dan wilayah di seluruh Indonesia, maka dengan segala kerendahan hati, dengan segala permohonan maaf yang sebenar-besarnya, terpaksa kami menerima tugas ini sebagai rasa hormat kami kepada para ulama,” katanya.