.

.
.

29 April 2015

Presiden Joko Widodo Temui Kyai se Jawa Tengah


Ungaran, Presiden Republik Indonesia Ir. H. Joko Widodo bertemu dengan para kiai / ulama Nahdlatul Ulama se-Jawa Tengah dalam suasana akrab dan santai di Rumah  Makan "Mang Engking"  Ungaran Kabupaten Semarang, Rabu sore (29/4/2015).

Presiden  Joko Widodo hadir dalam pertemuan menyampaikan ucapan terima kasih atas dukungan para Kyai di Jawa Tengah selama ini, Presiden Jokowi juga berkjenan melakukan diskusi dengan para kyai atas persoalan yang terjadi saat ini.

Hadir dalam kesempatan tersebut para Kyai sepuh dan ulama Nahdlatul Ulama se Jawa Tengah diantaranya. KH Munif Zuhri (Demak), KH Ubaidillah Sodaqoh (Semarang), KH. Abu Hapsin (Semarang) KH. M. Yusuf Chudlori (Magelang) KH. Subhan Makmun (Brebes), KH. Abdul Karim (Solo) KH. Solahuddin (Brebes).

Ada delapan poin yang disampaikan di depan Presiden Jokowi dalam upaya   menyelesaikan persoalan-persoalan kebangsaan, poin poin  tersebut disampaikan  Kiai Abu Hapsin selaku Ketua Tanfidiyah PWNU Provinsi Jawa Tengah, yaitu :

1. Mendukung kemerdekaan penuh Palestina dan memohon agar pemerintah Indonesia menggalang dukungan internasional.

2.Agar pemrintah meningkatkan kerjasama dengan ormas-ormas keagamaan yang jelas-jelas memiliki komitmen terhadap ideologi pancasila.

3. Agar pemerintah membuat langkah-angkah politis dan hukum untuk memperkuat pancasila sebagai ideologi negara.

4. NU Jawa Tengah tidak akan mendukung proses peralihan kekuasaan yang dilakukan secara inskontitusional

24 April 2015

Kyai Syafiq Nashan dan Ilwani Pimpin Kembali DPC PKB Kudus 2015-2020






Kudus, DPC Partai Kebagkitan Bangsa Kabupaten Kudus selenggarakan Musyawarah Cabang pada Jum’at (24/4). KH Syafiq Nashan terpilih sebagai ketua Dewan Syuro, sementara Ilwani kembali terpilih secara aklamasi sebagai ketua dewan tanfidz yang terselenggara di Hotel Gripta Kabupaten Kudus tersebut.

Keduanya akan menakhodai PKB dalam lima tahun ke depan. Keduanya terpilih dalam muscab yang berlangsung dalam suasana damai dan akomodatif.

Persidangan dimulai dari pleno tata tertib, serta sidang sidang lainnya berlangsung cukup singkat. Hingga akhirnya pada sidang pleno pemilihan yang dipimpin Wasekjen DPP PKB, Ali Anshari dengan menetapkan Kyai Syafiq dan Ilwan sebagai duet pimpinan PKB lima tahun mendatang.

Ali Anshari mengatakan terpilihnya duet Syafiq-Ilwani telah sesuai dengan tata tertib muscab. Sebab, sesuai rekomendasi dari seluruh PAC, semuanya sepakat mengusung keduanya. Ali menambahkan, pengurus DPC terpilih wajib menandatangi komitmen partai berisi sebanyak 13 program yang harus dijalankan.

Adapun 13 program itu di antaranya, menggelar pelatihan kader tingkat pemula dan menengah, rapat pleno DPC, dan selalu menjalin hubungan dekat dengan NU sebagai bapak kandung dari PKB.

Dalam sambutannya, Ketua Dewan tanfidz terpilih Ilwani menyatakan siap menjalankan amanat yang telah disampaikan dalam muscab. Pihaknya berjanji akan membawa PKB Kudus lebih baik lagi. ‘’Target kami tentu membesarkan PKB yakni dengan menambah perolehan kursi dalam pemilu mendatang,’’terangnya.

21 April 2015

Hari Kartini DPP PKB Gelar Talk Show " Perempuan Desa Membangun Bangsa"

Jakarta, Ketua Umum DPP PKB, Abdul Muhaimin Iskandar menilai sosok Kartini bisa menjadi inspirasi, dan bisa memberikan semangat dan nilai-nilai di partainya. Semangat pun semakin menggelora saat peringatannya yang jatuh pada 21 April.

Politisi enior PKB tersebut berharap, perempuan bangsa bisa menggali lebih dalam terutama terkait perannya di pedesaan, di mana tingkat pendidikan, ekonomi, dan keterbatasan akses informasi yang masih minim.

"Banyak sekali perempuan yang menjadi korban trafficking. Bersama perempuan bangsa, perempuan desa akan bangkit," ucap Cak Imin dalam acara talk show bertema 'Perempuan Desa Membangun Bangsa' yang diselenggarakan Bertepatan dengan peringatan Hari Kartini, Selasa 21 April 2015 di Kantor DPP PKB, Jl.Raden Saleh, Jakarta.

Selain itu, Cak Imin juga menilai pesantren bisa memberikan pendidikan kepada kelompok perempuan.

"Pondok Persantren Denanyar menjadi yang pertama kali membuka kelas khusus bagi perempuan. Sejak dibukanya sekolah perempuan. Maka, perempuan muslimah di Jawa Timur mempunyai peran," ujar Cak Imin.