10.15.2014

JOKOWI KANTONGI NAMA MENTERI DARI PKB


JAKARTA : Presiden terpilih Joko Widodo mengatakan telah menerima lebih dari tiga nama kandidat menteri dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).

"Sudah disampaikan ke kami (nama-nama kandidat menteri). Tidak hanya tiga nama saja," ujar Joko Widodo atau sapaan akrabnya Jokowi di rumah dinas Gubernur DKI Jakarta, Jalan Taman Suropati, Nomor 7, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (15/10/2014) malam.

Namun Jokowi merahasiakan berapa banyak nama yang diusulkan PKB. Ia hanya mendeskripsikan bahwa nama-nama itu diterimanya setebal satu buku.

"Ada banyak. Tidak bisa saya sampaikan. Itu (nama-nama kandidat menteri) banyak lho. Setebal gini kok," kata mantan Walikota Surakarta ini seraya menggerakkan tangan, memberi gambaran seberapa banyak nama-nama kandidat menteri dari PKB itu.

Sejauh ini, ia baru mengatakan dua partai dari Kolaisi Indonesia Hebat (KIH) yang telah menyerahkan nama-nama kandidat menterinya. Dua partai itu yakni Hanura dan PKB.

Seperti diketahui, Jokowi telah mengubah formasi kursi menteri. Ia mengurangi satu jatah kursi menteri dari kalangan profesional (irf)

9.17.2014

Hanif Dhakiri Sekjend DPP PKB 2014-2019


Jakarta- Ketua Umum DKN Garda Bangsa M Hanif Dhakiri ditunjuk menjadi Sekjen PKB periode 2014-2019, mendampingi Muhaimin Iskandar yang diberi mandat sebagai Ketua Umum dalam Muktamar di Surabaya, beberapa waktu lalu.

Hanif adalah Anggota DPRRI terpilih dari Daerah Pemilihan Jawa Tengah 10 yang meliputi Kabupaten Pekalongan, Kota Pekalongan, Kabupaten Batang dan Kabupatern Pemalang.

Dipilihnya Sekretaris FPKB tersebut selain karena prestasinya selama ini juga berdasarkan pertimbangan dan masukan dari para kyai NU, selain itu Hanif Dhakiri telah meniti karir politik dari organisasi sayap kepemudaan PKB.

Loyalitasnya tak diragukan lagi, menemani Cak Imin melewati dinamika PKB yang luar biasa. Dari aspek kapasitas Hanif juga sangat mumpuni, punya pengalaman manajerial memimpin organisasi mahasiswa, NGO, dan Banom PKB Garda Bangsa. Gagasan-gagasannya progresif, punya jam terbang tinggi di forum-forum politisi muda internasional dan jaringan ke pesantren juga oke,.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal Periode sebelumnya Imam Nahrawi dipercaya duduk sebagai salah satu Ketua DPP PKB. Selain posisi Sekjen PKB, perubahan juga terjadi di posisi Sekretaris Dewan Syuro. Syaiful Bahri Anshori ditunjuk menggantikan Andi Muawiyah Ramli sebagai sekretaris Sewan Syuro. Adapun untuk posisi struktural lainnya praktis tidak mengalami banyak perubahan.


(sumber http://dpp-pkb.or.id/)

9.08.2014

H. A. MUHAIMIN ISKANDAR TERPILIH KEMBALI KARENA PRESTASI



Tafsir beragam muncul menyikapi terpilihnya kembali Muhaimin Iskandar (Cak Imin) secara aklamasi sebagai Ketum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) yang baru. Hal yang jelas, muktamar PKB di Surabaya, Jawa Timur, menjadi steril dari konflik dan money politics.


“Menurut saya, keterpilihan Cak Imin secara aklamasi adalah hal yang tidak aneh, mengingat prestasi dan keberhasilan dalam memimpin PKB di tahun-tahun yang penuh tantangan. Di tangan Cak Imin, PKB berhasil tampil sebagai kekuatan politik yang solid, besar, dan diperhitungkan dalam kancah politik nasional,” ujar Ketua Umum DKN Garda Bangsa, M Hanif Dhakiri yang juga Caleg DPPRI terpilih PKB dari Dapil Jateng X.


Hanif meyakini politik aklamasi merupakan bagian dari demokrasi dan cermin dari berhasilnya dialog politik antara para pimpinan DPW dan DPC PKB. Dengan demikian pemungutan suara atau voting tidak diperlukan.


“Buat apa voting kalau dialog demokratis bisa dilakukan dan pemufakatan bisa dicapai lewat musyawarah? Dengan aklamasi kita bisa menjauhkan diri dari konflik yang merusak dan juga politik uang yang sering jadi kecenderungan dalam setiap pemungutan suara. Saya kira kader-kader PKB telah mengalami banyak pembelajaran dari sejarah konflik internal di PKB, yang intinya bahwa konflik itu merusak dan lebih banyak mudharatnya daripada manfaatnya,” terangnya.


Bermodalkan mandat dari seluruh pengurus dan kader serta pengalaman memimpin, Cak Imin diyakini mampu membawa PKB semakin besar.


“Inilah momentum bagi PKB untuk mengokohkan basis sosial di kalangan warga Nahdliyin dan meluaskan jangkauan politiknya ke segmen-segmen politik yang lebih modern seperti kalangan anak muda, profesional, dan dunia industri kreatif. Di bawah Cak Imin, PKB akan tampil sebagai partai agamis-nasionalis yang modern, profesional dan responsif terhadap perubahan dalam masyarakat,” tandasnya.


Seperti diketahui, Cak Imin terpilih kembali memimpin PKB untuk lima tahun mendatang dalam muktamar di Surabaya. Pengurus 33 dewan pengurus wilayah dan 505 dewan pengurus cabang secara bulat memberikan mandat dan memberikan waktu dua pekan kepada Cak Imin untuk menyusun kepengurusan. Capaian ini merupakan sejarah baru pada partai yang didirikan Abdurrahman Wahid itu, mengingat sebelum-sebelumnya suksesi kepemimpinan selalu diwarnai konflik berkepanjangan.
-(irf)